Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
#BitcoinRalliesOver5Percent
Solana Crash Post-Mortem: 3 Metrik On-Chain Ungkap Kerusakan
Harga Solana
SOLUSD
turun sekitar 17% dalam satu minggu terakhir, namun kerusakan sebenarnya terjadi di balik grafik. Modal keluar dari ekosistem, holder jangka panjang menyerah, dan aktivitas trading juga ikut melemah.
Penurunan harga hanyalah permukaan. Berdasarkan data on-chain, ada tiga indikator yang menunjukkan penurunan ini bukan sekadar koreksi biasa, dan inilah alasan mengapa rebound dari US$60, level terendah terbaru, masih terlihat rapuh.
Modal Benar-Benar Keluar dari Ekosistem Solana
Celah pertama terlihat dari total value locked (TVL). TVL adalah nilai dalam dolar dari aset yang disetor ke protokol decentralized finance di sebuah jaringan. TVL khusus DeFi Solana berada di sekitar US$4,87 miliar (tidak termasuk liquid staking), turun sekitar 9,55% dalam satu minggu terakhir dan sekitar 15% selama 30 hari.
Penurunan TVL berarti pengguna benar-benar menarik likuiditas dari aplikasi Solana, bukan sekadar menurunkan nilai aset yang sudah ada. Hal ini menandakan modal benar-benar hengkang dari jaringan, dan bukan sekadar harga yang turun.
Arus keluar ini pun menimbulkan pertanyaan besar tentang siapa yang melakukan penjualan, dan data holder memberikan jawabannya.
Bahkan Holder Solana Jangka Panjang Ikut Pergi
Kerusakan paling dalam terlihat pada perilaku holder. Perubahan posisi bersih hodler, yaitu metrik yang memantau apakah holder jangka panjang (155 hari atau lebih) menambah atau mengurangi pasokan, turun tajam seiring penurunan TVL dan harga.
Angka tersebut turun dari sekitar 3,27 juta SOL pada 31 Mei menjadi sekitar 2,36 juta SOL pada 6 Juni, saat harga mendekati titik terendahnya. Ketika para holder paling sabar justru ikut menjual di tengah kelemahan pasar, itu menandakan keyakinan sudah runtuh alias bukan sekadar spekulasi biasa.
Hilangnya keyakinan jangka panjang inilah yang paling jelas menunjukkan bahwa aksi jual kali ini adalah masalah struktur, dan data trading pun mengonfirmasi hal itu.
Aktivitas Trading dan Dominasi DEX Turut Turun
Penurunan juga terlihat dari volume trading. Volume trading di exchange terpusat untuk SOL sempat mencapai puncak di angka US$7,03 miliar pada tanggal 6 Juni, yaitu puncak aksi jual besar-besaran, kemudian turun kembali setelah kepanikan mereda, sehingga volume menjadi yang terendah sejak lonjakan tersebut.
Perlu diketahui bahwa tren naik 7 hari ini terjadi karena volume tinggi pada 5 dan 6 Juni.
Dominasi DEX Solana—yakni pangsa Solana terhadap total volume trading decentralized exchange di aset kripto—juga menurun. Saat ini berada di angka sekitar 22,6%, di bawah rata-rata 60 harinya yang sebesar 23,3% dan turun dari level tertinggi baru-baru ini yakni sekitar 30,4% pada 4 Juni.
Turunnya dominasi ini membuktikan bahwa kelemahan Solana bukan hanya soal harga SOL, melainkan modal benar-benar beralih dari aktivitas trading on-chain di jaringan Solana.
Ketiga indikator ini bersama-sama menjelaskan hal apa yang benar-benar rusak ketika terjadi crash.
Rebound Terlihat Rapuh Sebelum Satu Level On-Chain Ini Terlampaui
Ada satu hal positif yang masih bersifat sementara. Saat harga Solana bounce sekitar 13% dari titik terendahnya di US$60 pada 6 Juni, perubahan posisi bersih hodler kembali menunjukkan tren naik. Ini mengisyaratkan bahwa holder jangka panjang mulai memborong kembali ketika harga mulai stabil.
Ini bukan prediksi harga, tapi data on-chain cost basis menunjukkan hambatan yang ada di depan. Heatmap distribusi cost basis, yang memetakan harga di mana para holder benar-benar membeli SOL mereka, memperlihatkan adanya klaster suplai yang padat di kisaran US$74 hingga US$75.
Holder yang membeli di area itu biasanya akan menjual ketika harga kembali ke harga beli mereka, sehingga membentuk resistance.
Sampai total value locked (TVL) DeFi stabil dan zona suplai tersebut bersih, reli masih rapuh. Apakah holder jangka panjang akan tetap membeli atau justru aktivitas yang menurun akan menang, itu yang akan menentukan apakah harga Solana bisa melanjutkan bounce atau justru turun lagi ke level terendahnya.