Laba Singtel naik 12% meski gagal memenuhi estimasi laba
Singtel, operator telekomunikasi berbasis di Singapura, melaporkan laba tahunan yang lebih tinggi pada 21 Mei untuk tahun yang berakhir pada Maret 2026. Laba bersih mendasarnya naik 12% menjadi S$2,77 miliar (US$2,16 miliar), sementara EBIT meningkat hampir 9% menjadi S$1,50 miliar (US$1,17 miliar). Kinerja tersebut meleset dari estimasi Visible Alpha sebesar S$2,82 miliar (US$2,2 miliar). Perusahaan memperingatkan bahwa perang Iran dapat mendorong inflasi dan volatilitas mata uang di pasar Asia
LucasBennett·05-21 03:02














